Diganggu Kuntilanak, Hingga Keluar Indonesian Idol | Ft. Afgan

Shindu's Scoop

Diganggu Kuntilanak, Hingga Keluar Indonesian Idol | Ft. Afgan

Satu dekade lebih Afgan menjaga tahta sebagai salah satu penyanyi pria terbaik Indonesia. Bukan hal mudah bertahan selama 14 tahun dalam industri musik yang kian gegas perputarannya. Jika bukan karena dedikasi, konsistensi, presistensi dan kecintaannya yang amat dalam pada musik, sulit bagi siapa saja untuk bisa menjaga eksistensi selama itu.

Dalam wawancara eksklusif ini, Afgan bercerita tentang hal-hal yang tak tampak di permukaan. Bagaimana dirinya menghadapi trauma dari perundungan di masa lalu, dan bagaimana perjuangan dirinya yang pemalu dan tertutup menaklukkan ribuan panggung. Afgan adalah simbol idola hari ini, yang tak pernah berpuas diri, terus mengembangkan diri dan tetap relevan. 

OTHER POD
  • Diganggu Kuntilanak, Hingga Keluar Indonesian Idol | Ft. Afgan

    Diganggu Kuntilanak, Hingga Keluar Indonesian Idol | Ft. Afgan

    Satu dekade lebih Afgan menjaga tahta sebagai salah satu penyanyi pria terbaik Indonesia. Bukan hal mudah bertahan selama 14 tahun dalam industri musik yang kian gegas perputarannya. Jika bukan karena dedikasi, konsistensi, presistensi dan kecintaannya yang amat dalam pada musik, sulit bagi siapa saja untuk bisa menjaga eksistensi selama itu.

    Dalam wawancara eksklusif ini, Afgan bercerita tentang hal-hal yang tak tampak di permukaan. Bagaimana dirinya menghadapi trauma dari perundungan di masa lalu, dan bagaimana perjuangan dirinya yang pemalu dan tertutup menaklukkan ribuan panggung. Afgan adalah simbol idola hari ini, yang tak pernah berpuas diri, terus mengembangkan diri dan tetap relevan. 

  • Band Perempuan Pertama di Indonesia, Eksis di Eropa! |Ft. Dara Puspita

    Band Perempuan Pertama di Indonesia, Eksis di Eropa! |Ft. Dara Puspita

    Jika ada pertanyaan band apakah yang paling populer di Indonesia pada medio akhir 1960-an? Maka Dara Puspita adalah jawabannya. Dara Puspita juga dianggap sebagai grup band perempuan pertama yang mampu mendulang kesuksesan luar biasa di industri musik Indonesia. 

    Grup band perempuan asal Surabaya ini adalah nama penting bila membahas sejarah musik Indonesia. Lebih mengagumkannya lagi, band ini pernah melakukan tur Eropa dan mencoba menembus industri musik global pada tahun 1968-1971. Di Eropa, Dara Puspita menggelar lebih dari 250 pertunjukan! 
     

  • Marjinal Menjawab Apakah Punk Masih Relevan & Tudingan Dekat dengan Tokoh Militer

    Marjinal Menjawab Apakah Punk Masih Relevan & Tudingan Dekat dengan Tokoh Militer

    25 tahun sudah Marjinal hadir dalam kancah punk Indonesia. Perjalanan mereka tak bisa dibilang sebentar, semangat berdikari yang mereka sebarkan melalui komunitas Taring Babi juga telah tumbuh, mengakar kuat, dan berdampak. Perjalanan Marjinal ikonik sejak era pergerakan reformasi 1998, saat musik mereka turut mengiringi perjuangan para mahasiswa. Hingga hari ini, mereka masih membuktikan diri hidup dan bertumbuh dengan segala yang mereka yakini, meski menentang dogma mayoritas.

     

  • Sosok Penting di Balik Album Sheila On 7, Padi, Cokelat, /rif | Ft. Stephan Santoso

    Sosok Penting di Balik Album Sheila On 7, Padi, Cokelat, /rif | Ft. Stephan Santoso

    Ada proses panjang sebelum lagu-lagu hit sampai di telinga kita. Mulai dari campur tangan Artist and Repertoire label, sampai teknisi audio (audio engineer). 

    Nama Stephan Santoso sebagai teknisi audio tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan band-band era 2000-an awal. Mulai dari /rif, Cokelat, Padi, hingga Sheila On 7. Hampir semua album top era 2000-an awal lahir dari sentuhan Stephan Santoso dalam urusan teknis. 

    Stephan menyimpan banyak kisah menarik selama lebih dari 20 tahun di industri musik Indonesia. Mulai dari cerita album demo Sheila On 7 sampai ke meja label, sampai gelombang musik pop Melayu yang masif menerjang industri pada dekade pertama era 2000.

  • Mengulas Album Ikonik Philosophy Gang dari Harry Roesli Gang | Ft. Hari Pochang

    Mengulas Album Ikonik Philosophy Gang dari Harry Roesli Gang | Ft. Hari Pochang

    Hampir setengah abad lalu, tepatnya pada tahun 1973, lahir sebuah album yang eksentrik berjudul Philosophy Gang. Album ini merupakan debut dari grup Harry Roesli Gang, dan dianggap sebagai salah satu album yang penting dalam sejarah musik modern Indonesia.

    Philosophy Gang bisa dibilang album yang gila pada zamannya. Musik pada album ini eksploratif, liar, dan unik. Secara berani Harry Roesli Gang keluar dari pakem musik di industri era itu. Band ini juga secara implisit menyelipkan lirik-lirik kritis dan perlawanan pada pemerintah orde baru.

  • Di Balik Persona Kesempurnaan Hakiki Raisa

    Di Balik Persona Kesempurnaan Hakiki Raisa

    Satu dekade sudah Raisa berkarier terhitung dari album debut self-titled yang dirilis pada 2011. Perlahan tapi pasti, Raisa kini menggenggam tongkat estafet diva terbesar Indonesia.

    Dalam wawancara ini, Raisa bercerita tentang sisi personalnya yang jarang diketahui. Mulai dari cerita masa kecil, diam-diam menulis novel, lagu yang tercipta saat naik ojek, sampai kecintaannya pada badminton.

    Raisa juga mengungkapkan bagaimana dirinya menghadapi tuntutan untuk selalu tampil sempurna, dan bagaimana menjaga "kewarasan" di tengah itu semua. Di balik sorot lampu panggung, tepuk tangan ribuan penonton, pujian tak terhingga, dan label kesempurnaan hakiki, inilah sisi personal seorang Raisa.

  • Dari Jualan Cilok Sampai Tur Eropa! | Ft. Voice of Baceprot

    Dari Jualan Cilok Sampai Tur Eropa! | Ft. Voice of Baceprot

    Dalam wawancara eksklusif ini, VoB secara gamblang menceritakan perjuangan mereka untuk tetap hidup dari musik. Menambal kebutuhan sehari-hari dengan berjualan seblak, jadi pramuniaga toko sepatu, jualan kerudung, sampai bekerja mencabuti bulu ayam mereka jalani. Perjuangan itu tentu mereka barengi dengan komitmen bermusik yang membawanya pada mewujudkan mimpi-mimpi masa lalu.

  • Kisah Kasih  'The Lady of Jazz' Indonesia | Ft. Ermy Kullit

    Kisah Kasih 'The Lady of Jazz' Indonesia | Ft. Ermy Kullit

    Merayakan Hari Musik Nasional, kami kembali menelusuri salah satu penyanyi perempuan legendaris dari ranah jazz/pop kreatif. Sudah hampir 50 tahun Ermy Kullit eksis di industri musik Indonesia. Namanya hari ini mungkin terdengar asing, tapi kiprahnya sejak dekade 1970-an jangan ditanya. Ermy malang-melintang di Asia Tenggara sebagai penyanyi di  berbagai klub eksekutif. Sampai hari ini, namanya bukan hanya top di Indonesia, tapi juga di Singapura dan Malaysia.

    Masih dengan semangat yang sama, Ermy kini menjaga konsistensi dalam merilis karya. Beberapa waktu lalu dia merilis lagu baru berjudul "Melodi Asmara" yang diproduseri tim produser muda S/EEK (Marco Steffiano, Joshua David Kunze, Jessi Mates, Adrian Rahmat Purwanto).

  • Lady Rocker Pertama Indonesia | Ft. Sylvia Saartje

    Lady Rocker Pertama Indonesia | Ft. Sylvia Saartje

    Salah satu nama penting saat bicara sejarah musik rock di Indonesia adalah Sylvia Saartje. Pada era 1970-an, majalah musik Aktuil menahbiskan Sylvia sebagai Lady Rocker Pertama Indonesia. 

    Sylvia membuka jalan bagi para penyanyi rock perempuan era setelahnya. Menyibak tabir, melawan stigma, dan tetap percaya pada mimpi menjadi penyanyi rock perempuan meski pandangan sosial pada masa itu menganggap jalan yang dipilihnya sesuatu yang tak lazim, bahkan tabu. Selengkapnya...

     

  • Kalahkan Earth Wind & Fire di Festival Musik Dunia | Ft. Hetty Koes Endang

    Kalahkan Earth Wind & Fire di Festival Musik Dunia | Ft. Hetty Koes Endang

    Jika ada penyanyi yang mampu membawakan nyaris semua genre lagu dengan sangat baik, maka Hetty Koes Endang adalah sosoknya. Bunda Hetty, demikian Hetty Koes Endang kerap disapa, memiliki lebih dari 100 album dengan genre bermacam-macam. Dari pop, keroncong, dangdut, sampai lagu-lagu berbahasa daerah. Hetty Koes Endang adalah legenda hidup musik Indonesia. Mengawali karier dari festival ke festival, hingga sampai pada satu momen Bunda Hetty mampu mengalahkan band besar dunia Earth Wind & Fire pada sebuah festival musik di Amerika Selatan, tahun 1983.  Dalam episode terbaru Shindu's Scoop, Bunda Hetty menceritakan perjalanan karier dan bagaimana bertahan selama lebih dari empat dekade di industri musik. Bahkan sampai detik ini masih aktif sebagai juri program kompetisi menyanyi di Malaysia. Selain itu, Bunda Hetty juga menceritakan beberapa kisah menarik dari karya-karyanya. Termasuk kolaborasi ikoniknya dengan almarhum Chrisye dalam lagu "Sayang."