Tak Menyerah Tetap Bergelora

Cek Sound

Tak Menyerah Tetap Bergelora

Keputusan pemerintah membatasi kerumunan untuk mencegah penularan covid-19, berdampak hampir keseluruh sektor. Salah satunya industri kreatif.
Bagi musisi dan pelaku musik tak ada jalan 'putar balik'. Berbagai strategi dipakai untuk tetap bisa berkarya. 

Di hari musik nasional 9 Maret lalu, ivanka @greenslank ,  @thebrndls
@indonesia_ska_connection @aduyz (Majesty), @toiletsounds_official . Selain itu ada juga , Renhat @souljahmusik , @sengaujakartaofficial @steady_beatjakarta dll. Dan, dipandu sama @koms_dirtyrockin
bercerita soal bagaimana perjuangan mereka tak menyerah dan tetap bergelora. 
Mau tahu lengkapnya, jangan sungkan bertamu ke podme.id di program ceksound untuk mendengarkan jurus-jurus ajaib dan luar biasa dari para musisi dan pelaku musik tetap bergerak di tengah pandemi.

OTHER POD
  • Puluhan Tahun Tenggelam, 'Ombak' Siap Kembali Berlayar | Ft.  Ombak

    Puluhan Tahun Tenggelam, 'Ombak' Siap Kembali Berlayar | Ft. Ombak

    Meski sempat tenggelam puluhan tahun, namun Semangat para personel Ombak belum surut, buktinya beberapa lagu mulai dirakit. Ombak siap untuk kembali berlayar.

    Tak ingin tergesa-gesa, ombak ingin menyempurnakan beberapa karya hingga sampai di telinga penggemarnya.

    Ombak memang bukan nama baru di skena Jakarta. Cikal bakal Ombak dimulai 
    pada tahun 1990 ketika sekelompok sahabat membentuk New Castle Disease dengan meng'cover' lagu-lagu Sex Pistols dan Ramones. 

    Setahun kemudian, berganti nama menjadi New Disease, dengan membawakan lagu The Cure, Stone Roses, serta sejumlah band bergenre shoegaze lainnya. Tahun 1996, mereka memutuskan vakum.

    Setahun berselang, New Disease berganti nama menjadi ombak dan sempat membuat lagu berjudul ombak ditahun 2000.

  • Wondergel Masih Memiliki Nyawa untuk Berkarya | Ft. Wondergel

    Wondergel Masih Memiliki Nyawa untuk Berkarya | Ft. Wondergel

    Kendati hanya menyisakan dua personel, namun tak menyurutkan Wondergel untuk tetap berkarya. Meita Kasim (vokal) dan Diah ‘Nandut’ Rajanti (gitar/vokal) melepas single Bangku Di Taman’ yang dirilis pada April 2019.

    Tak sampai di situ, setahun kemudian unit indie pop ini kembali melepas single kedua, ‘The Guiding Lights’ yang dirilis pada hari Jum’at, 20 November 2020 via kanal YouTube band ini. 
    Selain itu, band eksis sejak awal 1990-an ini memiliki segudang rencana, Hal itu membuktikan Wondergel masih memiliki nyawa untuk tetap berkarya. 

    Simak obrolan seru penuh nutrisi bersama wondergel di podme.id

  • Napas Panjang Young Offender | Ft. Young Offender

    Napas Panjang Young Offender | Ft. Young Offender

    Berawal dari perkanalan antara Ondy dan Taba, kemudian terbentuklah salah satu pioner komunitas punk di Jakarta Young Offender di awal tahun 90-an. 

    Beberapa band pun terbentuk, yang distimilus oleh komunitas ini. Diantaranya Submision, Pistol Aer, The Explosion, Sex Pispot, The Pogo, Wonder Gel dan Punk Tat.

    Sejumlah gig's pun digagas oleh komunitas yang berbasis di Jalan Slamet Riyadi, Jakarta Selatan. 

    Young Offender bisa dikatakan sebagai salah satu komunitas yang memiliki napas panjang, Tak usang dimakan zaman, buktinya sejumlah kreatifitas digagas. 

    Salah satunya kompilasi kolektif diluncurkan Kolektif ini menghasilkan sebuah berjudul "Young Offender Compilation Album Vol. 1" yang juga telah resmi dirilis dalam bentuk kepingan CD akhir Januari lalu.

  • Cerita soal Lagu yang Dinyanyikan Puluhan Ribu Orang | Ft. The Freshcut

    Cerita soal Lagu yang Dinyanyikan Puluhan Ribu Orang | Ft. The Freshcut

    Tak akan tercipta atmosfer sepakbola yang meriah tanpa adanya chats. Nyanyian tersbut tercipta dari beberapa band/musisi untuk menyemangati club kesebelasannya.

    Salah satu band tersebut adalah The Freshcut. Unit ska ini baru saja meluncurkan mini album bertajuk 'main cantik'. Di album ini berisi 6 lagu, salah satunya 'kami bersama Persija' lagu yang dinyanyikan puluhan ribu jakmania di stadion.

  • The North Palm Menyelami Keseharian Kelas Pekerja | Ft. The North Palm

    The North Palm Menyelami Keseharian Kelas Pekerja | Ft. The North Palm

    Energik dengan semangat do it your self yang kental sangat mondominasi unit post punk The North Palm. Lahir di tahun 2010, band ini menghembuskan suasana baru di ranah bawah tanah.

    Tak butuh waktu lama buat the north palm untuk melahirkan karya. Tahun 2011 dan 2016, band asal Jakarta ini langsung meluncurkan EP, dengan isu yang membumi, seresahan sosial yang menyelimuti keseharian para kaum kelas pekerja.

  • Unisex dan 21 Tahun Perjalanannya | Ft. Unisex

    Unisex dan 21 Tahun Perjalanannya | Ft. Unisex

    Tak butuh waktu lama untuk unit punk rock veteran Unisex kembali 'memanaskan mesin'. Raungan gitar, ketukan cepat drum, suara bass berat dan karakter dua vokalnya membuat suasana bergemuruh.

    21 tahun memang bukan waktu yang sebentar untuk Unisex tetap berdiri. Kemunculannya kali ini memberikan pesan bahwa akan banyak karya yang bakal diluncurkan. Yang jelas semangat, optimisme dan menyenangkan masih menjadi karakter band asal Jakarta ini.

  • The Ayayay, Kembalinya Dua Bersaudara 'Brown Sugar'

    The Ayayay, Kembalinya Dua Bersaudara 'Brown Sugar'

    Edo Margorevan dan Andika Patria kembali ke skena musik bawah tanah. Kali ini keduanya membentuk band The Ayayay, tahun 2020.

    Keduanya bukanlah nama asing di skena musik indie Tanah Air karena mereka telah berkecimpung sejak masih remaja. Edo dan Andika sebelumnya membentuk band Brown Sugar di circa 90-an.

    Di tahun 2121, keduanya merilis singel bertajuk MILF, yang dirilis dalam kompilasi ‘Young Offender Compilation Vol 1’ dibawah label Young Offender Records.

  • Punk yang segar ala Tuan Kantoran | Ft. Tuan Kantoran

    Punk yang segar ala Tuan Kantoran | Ft. Tuan Kantoran

    Beberapa waktu belakangan bisa dikatakan sebagai masa saat punk rock di Tanah Air berevolusi. Menjadi lebih riang dan jauh dari umpatan, serta makian.

    Salah satu band tersebut adalah Tuan Kantoran. Band yang awalnya bernama pasukan penjaga pohon ini mencoba membius pendengar dengan punk yang lebih ceria.

    Lewat syair dan nada, lagu-lagu Tuan Kantoran menjadi lebih mudah untuk ditermahkan. Ditambah penampilan panggung yang energik, Tuan Kantoran menjadi salah satu band Punk yang segar.

  • Uang Bukan Halangan Untuk Berkarya | Ft. Hidden Message

    Uang Bukan Halangan Untuk Berkarya | Ft. Hidden Message

    Unit pop punk asal Cibinong, Bogor yang terbentuk ditahun 2006 ini memiliki berbagai cerita menarik. Salah satunya yaitu saat band asal Bogor ini menerjemahkan semangat Do It Your Self (DIY). 

    Hidden Message tak berhenti berkarya kendati tak memiliki finansial yang memadai. Bahkan mereka berani merilis Full Album bertajuk “Pesan Tersembunyi” dirilis pada tahun 2015.

    Untuk membiayai proses rekaman, ternyata Hidden Message harus berutang kepada kantor tempat Nawi (vokal dan gitar) bekerja. Untuk melunasinya, uang diambil dari bayaran saat manggung.

    Sebanyak 12 lagu pada album “Pesan Tersembunyi” pun menjadi hits. Seperti track yang berjudul “Rasa Ini Takkan Pernah Mati”, “Awal Yang Baik”, “Saat Ini Atau Nanti”, dan “Teman Sampai Akhir”. 

    Respon positif pun diraih Hidden Message dan hingga saat ini tetap melaju.

  • Peran The Sabotage Membentuk Kultur Street Punk Jakarta

    Peran The Sabotage Membentuk Kultur Street Punk Jakarta

    Band asal Ibukota yang satu ini turut membentuk kultur street punk di Tanah Air. Terbentuk sejak 1996, The Sabotage awalnya adalah band 'rumahan'. Bahkan awal kemunculannya di Poster Cafe, The Sabotage masih meng-cover lagu-lagu bernuansa punk rock.

    Seiring waktu, The Sabotage yang memilih konsisten di street punk, sukses merilis beberapa album, seperti: There No Good Side of War “Split Single” with Dickhead (D-Beat HC/Punk Jakarta pioner - 2000), Anarchy Still Alive (LP - 2001) , Jakarta Chaos City “Demo Version” (2003), Give Us a Freedom (EP - 2006) dan Unreleased Single “Free CD” (2013). Beberapa single mereka juga terlibat dalam beberapa kompilasi punk seperti Still One Still Proud Vol. 2 (1999) yang berhasil didistribusikan dengan skala internasional.

    Pada 2016 The Sabotage juga sempat merilis album split dengan band punk street/Oi! Asal Denver, Amerika Serikat, The Bad Engrish. So, langsung saja dengarkan cerita Geboy - The Sabotage dengan Yudha 'Komeng" dalam Cek Sound episode ke 24 ini!