Sepeda Listrik Lokal yang Go Global | Ft. Gede Sukarma Dijaya (Le Bui)

Podcast Kick Andy

Sepeda Listrik Lokal yang Go Global | Ft. Gede Sukarma Dijaya (Le Bui)

Dari sebuah bengkel sederhana, sejak 2016 Gede Sukarna Dijaya mulai membuat sepeda listrik. Sepeda bermerek Le Bui ini desainnya khas, rangka dan bannya besar, sepintas mirip motor trail. Sampai-sampai Le Bui mampu menarik mata konsumen mancanegara dan diekspor ke banyak negara. Malahan, di Amerika Serikat sudah ada 2 dealer yang mengimpor Le Bui. Semua diceritakan Gede dalam Kick Andy episode 'Sepeda Lokal Go Global' kali ini.

OTHER POD
  • Melaju dengan Sepeda Bambu | Ft. Singgih Susilo Kartono (Spedagi)

    Melaju dengan Sepeda Bambu | Ft. Singgih Susilo Kartono (Spedagi)

    Singgih Susilo Kartono merasa 'ditabok' saat melihat sepeda bambu karya Craig Calfee dari Amerika Serikat, yang dibuat dengan metoda kerajinan tangan. Padahal material bambu di negara itu tidak semelimpah di Indonesia. Inilah awal cerita sepeda bambu buatan Singgih, bermerek Spedagi. Alhasil sepeda bambu Spedagi mampu memikat banyak orang luar negeri untuk memilikinya, dan kini sepeda itu sudah diekspor ke banyak negara, seperti yang diceritakannya dalam Kick Andy episode 'Sepeda Lokal Go Global' kali ini.

  • Mengayuh Kayu | Ft. Didi Diarsa & Maulidan Isbar

    Mengayuh Kayu | Ft. Didi Diarsa & Maulidan Isbar

    Mendengar sepeda dari kayu saja sudah unik, apalagi bila materialnya menggunakan limbah kayu karet -- yang biasanya cuma dipakai sebagai kayu bakar. Menariknya lagi, sepeda kayu yang kita bicarakan adalah buatan anak negeri dan sudah diekspor ke mancanegara. Sepeda bermerek Kayuh Wooden Bike itu buatan Didi Diarsa bersama rekannya Maulidan Isbar, dan mereka menceritakan kisahnya dalam Kick Andy episode 'Sepeda Lokal Go Global' kali ini.

  • Sepeda Listrik Lokal yang Go Global | Ft. Gede Sukarma Dijaya (Le Bui)

    Sepeda Listrik Lokal yang Go Global | Ft. Gede Sukarma Dijaya (Le Bui)

    Dari sebuah bengkel sederhana, sejak 2016 Gede Sukarna Dijaya mulai membuat sepeda listrik. Sepeda bermerek Le Bui ini desainnya khas, rangka dan bannya besar, sepintas mirip motor trail. Sampai-sampai Le Bui mampu menarik mata konsumen mancanegara dan diekspor ke banyak negara. Malahan, di Amerika Serikat sudah ada 2 dealer yang mengimpor Le Bui. Semua diceritakan Gede dalam Kick Andy episode 'Sepeda Lokal Go Global' kali ini.

  • Wiji Thukul dan Jeritan Hati 'Istirahatlah Kata-Kata' | Ft. Yosep Anggi Noen

    Wiji Thukul dan Jeritan Hati 'Istirahatlah Kata-Kata' | Ft. Yosep Anggi Noen

    Jika ada cerita menghilangnya seorang seniman dan hingga saat ini menjadi misteri, itu pasti Wiji Thukul. Kisah sang penyair dan penulis puisi-puisi perlawanan di masa rezim orde baru itu difilmkan dalam "Istirahatlah Kata-Kata". Dan, dalam Kick Andy episode 'Jeritan Hati dari Balik Layar', Bang Andy mengundang si pembuat film, Yosep Anggi Noen, untuk bercerita tentang alasan, isi dan pesan dari film tersebut.

  • Ironi 'Tak Ada Yang Gila di Kota Ini' | Ft. Wregas Bhanuteja

    Ironi 'Tak Ada Yang Gila di Kota Ini' | Ft. Wregas Bhanuteja

    Ada situasi ironi di kota ini. Demikian 'jeritan hati' dalam film pendek "Tak Ada Yang Gila di Kota Ini" karya sutradara muda Wregas Bhanuteja. Nah, masih dalam Kick Andy episode 'Jeritan Hati dari Balik Layar', Wregas menceritakan ironi tersebut, yang menjadi dasar dari pesan yang disampaikan dalam karyanya itu.

  • Pesan di Balik Film Semesta | Ft. Nicholas Saputra dan Mandy Marahimin

    Pesan di Balik Film Semesta | Ft. Nicholas Saputra dan Mandy Marahimin

    Ada misi untuk menyampaikan pesan di balik sebuah film. Dan, kali ini Kick Andy mengajak kita mendengarkan cerita di balik film-film yang selama ini menarik perhatian publik. Salah satunya film “Semesta” yang diproduseri oleh Nicholas Saputra dan Mandy Marahimin. Ada ungkapan hati apa yang disampaikan melalui film Semesta?

  • Pemulung Miliuner | Ft. John Pieter

    Pemulung Miliuner | Ft. John Pieter

    Bagi tamu Kick Andy episode "Sampah Plastik Jadi Rupiah" kali ini, sampah adalah emas. Dia adalah John Pieter 'si pemulung kaya' - demikian banyak orang menjulukinya. Tak dipungkiri, penghasilannya bisa mencapai miliaran rupiah.

  • Dari Sampah Plastik jadi Koleksi Miniatur | Ft. Taufiq 'Hotbottles' Saguanto

    Dari Sampah Plastik jadi Koleksi Miniatur | Ft. Taufiq 'Hotbottles' Saguanto

    Di tangan Taufiq Saguanto, sampah plastik mendatangkan rezeki. Limbah plastik dari restoran saja disulapnya menjadi miniatur motor, mobil, sampai robot yang laik menjadi barang koleksi dan bernilai. Semua kisah sang 'desainer sampah' diceritakan dalam Kick Andy episode "Sampah Plastik Jadi Rupiah".

  • Pemulung Kreatif | Ft. Bob Novandy

    Pemulung Kreatif | Ft. Bob Novandy

    Meski mengkhawatirkan, ternyata di tangan orang kreatif sampah plastik bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama yang jenisnya PET (Polyethylene Terephthalate). Salah satunya adalah tamu Kick Andy kali ini, yaitu Bob Novandy, seorang aktivis lingkungan yang tetap mau disebut sebagai pemulung kreatif.

  • Bangkit dari Utang Miliaran Pada Usia Muda | Ft. Dewa Eka Prayoga

    Bangkit dari Utang Miliaran Pada Usia Muda | Ft. Dewa Eka Prayoga

    Apa yang Anda lakukan jika pada usia 20an terjerat utang miliaran akibat ditipu? Yang jelas, pengusaha yang juga penulis Dewa Eka Prayoga ikhlas dan berdiri tegak saat menghadapi masalah tersebut, hingga utang miliaran itu terbayar. Malah hidupnya kini penuh berkah kebahagiaan dan konsisten berbagi terhadap sesama. Dewa menceritakan kisah suram yang dia jalankan dengan ikhlas itu kepada Bang Andy, dalam Kick Andy episode 'Mereka yang Menolak Menyerah'.